Breaking News
recent

Wow! Naik Rp489 Triliun, Utang RI Kini Tembus Rp3.098 Triliun





JAKARTA - Hingga akhir 2015, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 3.098,64 triliun. Angka ini naik Rp 489,86 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp 2.608,78 triliun.



Dalam denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah pusat di akhir 2015 adalah US$ 224,62 miliar, naik dari posisi tahun sebelumnya sebesar US$ 209,71 miliar.



Sebagian besar utang pemerintah adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN). Sampai akhir 2015, nilai penerbitan SBN mencapai Rp 2.346,73 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 1.931,22 triliun. Sementara itu, pinjaman (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 751,92 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 677,56 triliun.



Demikian dikutip detikFinance, dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Senin (26/1/2016).



Berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000:



2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)

2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)

2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)

2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)

2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)

2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)

2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)

2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)

2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)

2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)

2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)

2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)

2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)

2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)

2014: Rp 2.604,93 triliun (25,9%)

2015: Rp 3.098,64 triliun



Hal ini kemudian menjadi kekhawatiran banyak pihak, nominal utang yang tinggi berarti sama saja dengan melimpahkan beban kepada anak cucu nantinya.







Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portfolio Utang, Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJP2R) Kementerian Keuangan, tidak menapik kekhawatiran tersebut. Bila saja utang yang ditarik, dipakai untuk belanja yang tidak produktif.



"Kalau bukan untuk belanja yang produktif, iya ceritanya begitu (ditanggung anak cucu)," ucapnya kepada dilansir detikFinance, Senin (25/1/2016).
ATJEH CYBER WARRIOR™

ATJEH CYBER WARRIOR™

Diberdayakan oleh Blogger.